Anton Sutrisno, berbagi ide dan gagasan

http://www.antonsutrisno.webs.com

Mimbar Bebas Post New Entry

Identifikasi Kebutuhan LKM di Bengkulu Utara

Posted by Anton Sutrisno on August 28, 2010 at 10:36 AM

Oleh Anton Sutrisno


Melakukanidentifikasi terhadap LKM memiliki kendala, karena sebaran dan variannya yangcukup banyak. Sehingga tidak dapat terpantau atau teridentifikasi semuanya.Sementara itu Dinas atau instansi yang membina memiliki keterbatasan terutamasekali dalam update data dari kegiatan LKM yang telah dibina selama ini.  Ketika program sudah selesai anggaranpembinaan dan pengawasan tidak ada. Sehingga data tentang LKM yang ada diBengkulu Utara tidak dapat diperoleh secara keseluruhan.

 

Secara umum, penumbuhan LKM ada dua macam yaitu : LKM yang ada tumbuh berdasarkanprogram pemerintah, dan LKM yang tumbuh berdasarkan dari swadaya masyarakat.LKM yang tumbuh kedua ini sering tidak terdaftar pada dinas Koperasi dan UKM yangmembidangi LKM. Mereka tumbuh betul betul atas kesewadayaan untuk kepentinganmereka sendiri.

 

LKMyang tumbuh dari program pemerintah terbagi atas beberapa instansi yang membinadan menumbuhkan program tersebut. LKM yang dibina atau terdaftar di DinasKoperasi sampai dengan awal tahun 2010 adalah sebanyak 55 LKM dan 72 UPKD BRDP.

 

MenurutSekretaris Dinas Koperasi dan UKM, Jaka Santosa kendala yang dihadapi dalampembinaan LKM adalah:

  • Kurangnya permodalan yang dapat untuk mendorong penumbuhan LKM. APBDyang dialokasikan untuk kegiatan dana bergulir terbatas. Sementara dari danayang ada harus dibagi juga kepada UKM dan koperasi yang jumlahnya lebih besar.
  • Penguatan kapasitas pengurus belum sama sekali tersentuh. Berupapelatihan kepada pengurus LKM tentang menajemen dan pengelolaan administrasikeuangan belum pernah dilakukan.
  • Dukungan sarana bagi LKM, kebanyakan LKM tidak mempunyai skretariatatau kantor yang tetap. Mereka berpindah atau bertemu secara bergiliran.Biasanya seperti orang arisan. Hal in juga menyulitkan untuk melakukanpembinaan.
  • Pihak bank, sampai sejauh yang diketahui pihak koperasi belum menyentuhpada LKM, baik melalui program KUR atau program lainnya. Penyaluran KUR masihbersifat individual pengusaha mikro.

 

Harapan:

  • Untuk pembinaan terhadap LKM perlu ada suplai penambahan modal daridana APBN, jika mengandalkan APBD masih terbatas, apalagi pemerintah diBengkulu Utara tidak memprioritaskan pembinaan dan pengembangan LKM.
  • Bentuk penambahan modal dapat berupa pinjaman lunak atau berupa modalpenyertaan (BLM).
  • Perlu adanya program penguatan kelembagaan LKM, berupa pelatihanpeningkatan keterampilan kepada pengelola LKM, bidang ini selama ini belumtersentuh sama sekali, karena keterbatasan dana yang ada di kabupaten.Pelatihan yang ada masih pada pengurus koperasi dan UKM.
  • Adanya dukungan sarana dan prasarana yang penyalurannya dapat dalambentuk reward bagi LKM  yang berprestasi.

 

 

DisampingLKM yang tumbuh karena program pemerintah juga banyak yang tumbuh secaraswadaya dalam grup atau komunitas tertentu. Ini muncul dan tumbuh pada kelompokpengajian, majelis taklim atau kelompok dalam lingkup dasa wisma. LKM inidiawali dengan kegiatan siraman rohani, diikuti dengan arisan. Seiring denganpeningkatan jumlah kas, maka dilakukan kegiatan simpan pinjam. Di kecamatanArga Makmur terdapat LKM yang berisi pengusaha wanita. Asetnya mencapai lebihdari Rp40juta. LKM ini bernama Al Intilaq dengan pendiri sebanyak 7 orang.

 

Selaindi perkotaan, muncul juga LKM yang dibentuk oleh kelompok wanita tani.Kelompokwanita tani sebagian merupakan replikasi dari keberhasilan P4K tetapi berdirisecara swadaya. Munculnya sebenarnya mrupakan tututan kesetaraan terhadapprogram pertanian yang sering masuk ke desa. Kebanyakan program yang ada hanyapada kelompok pria, seperti bantuk benih, pupuk dan alsintan (alat mesinpertanian) sementara itu untuk wanita tani kurang tersentuh program. Sebagiankelompok ini ada yang juga tergabung pada Gapoktan di desanya ada juga yangbetul-betul mandiri. Muncul dengan kegiatan awalnya berupa arisan kecilkecilan.

 

Wanitatani, kebanyakan merupakan ibu-ibu muda di pedesaan merupakan pelaku utamakegiatan pertanian. Berdasarkan pengamatan, untuk sekitar hamparan KemumuKecamatan Kota Arga Makmur, hampir 90% kegiatan usaha tani padi sawahdikerjakan oleh wanita. Hanya membajak dan mengangkut padi yang tidakmelibatkan wanita. Sehingga wanita punya peran strategis pada perekonomiankeluarga tani. Sedangkan kaum pria pekerjaanya sudah bergeser sebagai buruhbangunan ataupun buruh perkebunan.Sampai pada mencari pakan ternak sapi punsudah banyak yang dilakukan oleh ibu-ibu. Diwaktu siang atau sore menjadipemandangan yang lumrah para ibu-ibu menggendong atau menyunggi rumput.

 

Secarakultural ini tidak aneh. Karena pada suku asli seperti suku rejang dan serawaiyang ada disekitar wilayah ini juga dominan wanita yang bekerja, mengangkutkayu dan mencari rumput. Mungkin ini merupakan hasil akulturasi pada masyarakattransmigrasi yang sudah lama dengan penduduk setempat. Dampaknya adalah wanitamempunyai peran dalam pengambilan keputusan masalah keuangan. Untuk kebutuhanjangka pedek dan rutin dengan jumlah yang kecil menjadi tanggung jawab wanita.Buruh tani menjadi pencaharian pokok para wanita di pedesaan.

 

Ketikaterjadi dampak krisis, seperti turunnya harga hasil pertanian, atau tahunajaran baru biasanya wanita sebagai penyangga. Dari mana sumber danaya?Biasanya yang diandalkan adalah berasal dari LKM komunitas atau grup yangdiikuti. 

 

Menabungdengan penuh kesadaran dan perencanaan menjadi persoalan yang sulit. Karenakebutuhan biaya menuntut lebih besar dari kemampuan pemenuhannya. Sumberpendapatan dan harga tenaga kerja wanita lebih murah dibanding pria. Manabungyang memungkinkan adalah dengan paksaan dalam bentuk arisan, atau iuransimpanan pada kelompok LKM yang diikutinya. Menapatkan undian arisan menajadisuatu hal yang dinatikan. Ini sama saja dengan membuka celengan.Denganmemperoleh arisan mereka dapat menabung dalam bentuk lain yang lebih bernilaijual, seperti emas atau barang berharga lainnya. Dengan arisan juga merekadapat melengkapi perabotan dapur dan peralatan rumah tangga tanpa mengganggucash flow rumah tangganya. Sehingga sang suami merasa aman. Bahkan kemampuanini dianggap sebagai salah satu tindakan cerdas finansial.

 

Mengapatidak tersentuh pembinaan pemerintah.

Adabeberapa bentuk LKM yang teridentifikasi yang tidak tersentuh oleh pembinaanpemerintah. Bentuk-bentuk ini merupakan perkiraan yang tertangkap secaraselintas saja. Perlu adanya pengkajian dan penelitian lebih lanjut. Setidaknyadapat memberikan gambaran mengapa mereka enggan disentuh oleh pembinaanpemerintah.

 

1.LKM eksklusif akar rumput

KomunitasLKM yang tidak berbentuk dalam sebuah lembaga yang layak sangat banyak tetapitidak tersentuh dengan pembinaan pemerintah. Mereka berkumpul dalam sebuahkomunitas yang ekslusif. Memiliki kesamaan tertentu yang menjadi pengikatsecara tidak tertulis tetapi kuat. Apabila terjadi penyimpangan apakah perilakuatau keluar dari kesamaan yang difahami, biasanya akan terkena sanksi sosialdalam kelompok tersebut.

 

Merekatumbuh sering secara spontan tetapi memiliki pengorganisasian meskipun difahamisecara sederhana. Mereka memiliki ketua, sekrataris dan bendahara. Mereka jugamemiliki pembina dan penasehat secara informal yang memberikan masukan danpengarahan. Sayangnya sering tidak tertuang dalam berita acara ataudinotulensikan dengan baik. Adminsitrasi andalan adalah buku kas ataupun bukuiuran/pinjaman. Inilah bentuk-bentuk lembaga yang benar-benar berada pada akarrumput.

 

Dengankesederhanaan pada kelompok LKM ini menjadi sangat sulit  untuk diberikan pembinaan. Pembinaan yangdiberikan merasa akan memperumit dan menambah beban, karena tidak praktis danmendapatkan istilah dan perangkat adminstrasi baru. Untuk dapat memasukiranah ini diperlukan pembinaan dengan pendekatan partisipatif. Penguatankapasitas yang diberikan agar tidak merasa sebagai beban. Sama halnyaketika anak kecil sedang bersekolah, pelajaran yang ada terasa memberatkan.Padahal suatu saat nanti sangat bermanfaat.

 

2.LKM Swadaya Mandiri

LKMyang tidak tersentuh lain adalah LKM yang memang tidak membutuhkan pembinaan.Persepsi mereka adalah pembinaan berkaitan dengan pelatihan, penambahan modaldan monitoring. Merka memang sengaja tidak melaporkan kepada instansi DinasKoperasi dan UKM karena tidak merasa memiliki kendala yang berati. Denganadanya pembinaan dari pemerintah merasa akan menambah repot. LKM ini cenderunglebih maju dan sudah berorientasi bisnis.

 

Tipeini ditemukan pada Kelompok Arto Moro pada di Desa Suka Makmur Kecamatan GiriMulya. Kelompok ini berangkat dari kelompok tani yang mampu menghimpun modaldari anggotanya sampai lebih dari Rp.40 juta. Pada tahun 2008 telah mampumembangun sebuah jembatan senilai Rp.20juta secara swadaya. Usaha pokok merekaadalah menampung hasil sawit, kemudian secara kolektif menjualnya ke pabrik.Menyediakan kebutuhan saprodi anggotanya dengan pembayaran dicicil melaluipenjualan sawit oleh kelompok. Selain untuk kebutuhan saprodi kelompok ini jugamemberikan pinjaman konsumtifk kepada anggotanya terutama kebutuhan untuk pestaatau hajatan lainnya.

 

Lembagaini tidak menginginkan untuk melegalkannya, dalam hal ini mejadi koperasi ataubentuk lainnya. Pengurus dan anggotanya menganggap membuat badan hukum ituberhubungan dengan bantuan dana yang akan diterima oleh pemerintah. Anggotanyasampai dengan sat ini belum menyepakati apabila untuk memperoleh bantuanmengeluarkan biaya yang tinggi untuk pengurusan persyaratannya. Mereka merasamampu untuk memenuhi permodalan dengan memanfaakan potensi yang dimiliki.Transaksi pedagangan selama ini tidak menuntut atau mensyaratkan administrasiatau badan hukum lembaganya.

 

Memangbentuk ini muncul pada masyarakat yang sudah maju dan berwawasan. Tetapi kelemahanjangka panjang apabila terjadi persoaalan dalam usahanya tidak dapat melakukantindakan dan pelindungan hukum.

 

3. Adanya perbedaan visi

LKMyang tidak tersentuh lainnya adalah yang memiliki perbedaan visi. Baik visibentuk syariah atau konsvensional maupun visi manajerial kelembagaan yangdidominasi oleh komunitas atau grup dimana LKM terbentuk. Mereka merasa kurangafdol apabila dalam pengelolaannya ada campur tangan pihak lain atau dalam halini adalah pemerintah.

 

Itulahvariasi LKM yang mungkin bisa jadi lebih dari yang sudah disebutkan. Tanpamerendahkan cara pandang dan semangat kesewadayaan sebenarnya LKM dalam kondisiyang lemah. Mereka perlu adanya perlindungan dari pemerintah. Diperlukan sebuahmetode yang tepat untuk dapat mengintroduksi peran pemerintah dalam melakukanpembinaan kepada LKM. Bukan tidak mungkin pembinaan yang diharapkan akanmeningkatkan kemampuannya justru dapat sebaliknya menghancurkan mereka. Iniyang diperlukan sebuah studi dan kajian lebih lanjut.

 

Pemerintahdalam keterbatasannya melalui instansi yang membidangi dapat menginventarisirkeberadaannya. Selanjutnya  pro aktif danpersuasif untuk menggali kebutuhannya. Dari titik inilah pembinaan dapatdilakukan.

 

Kebijakanpemerintah yang kondusif mutlak diperlukan. Pembinaan terhadap komunitasmereka, sperti pada kelompok tani pembinaan usaha tani, pada kelompok wanita tani melalui kegiatan PKK dandasa wisma atau pun majlis taklim dengan kegiatan pengajiannya menjadipenguatan kapasitas sumber daya manusia.

 

Terpentingyang perlu difahami dan juga disadarkan kepada pemangku kepentingan. Bahwamelalu LKM ini merupakan media pendidikan pengelolaan keuangan untuk generasimuda. Pola konsumsi yang tinggi, tampak sekali pada penggunaan telpon gengamyang merebak di pedesaan dan kredit kendaraan bermotor. Pelaku LKM yangkebanyakan wanita atau ibu-ibu dapat memberikan penyadaran dini kepadaputra-putrinya dalam pengelolaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan, prioritasapa yang mesti dibiaya dulu. Pertanyaan selanjutnya mampukan pemeritah untukmemasuki ranah ini?

 

LKM yangberkembang di Bengkulu Utara.

 

Informasiyang disajikan ini hanya sekilas saja, untuk lebih jauh lagi diperlukanidentifikasi secara khusus. Terutama untuk LKM yang sdah berusia lama perlu adakegiatan identfikasi, dimungkinkan mereka di tingkat internal lembaganya masihberjalan, akan tetapi karena tidak adanya program atau pembinaan daripemerintah, kinerjanya tidak terpantau.

 

Setidaknyasecara global yang kasat mata saja yang disapaikan di sini. Mudah mudahan dapatmenggambarkan kegiatan LKM yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara.

 

BKK (Badan Kredit Kecamatan)◦    

Terdapat 2 kecamatan yang terpantau kegiatan BKKnya masih berjalan,yaitu kecamatan Kerkap dan Kecamatan Lais. Sementara itu kecamatan lainkebanyakan merupakan kecamatan pemekaran tidak terdapat program ini. Pemanfaatdari program ini adalah kebanyakan para pegawai di lingkungan kecamatan.Pembinaan lembaga ini adalah oleh Camat. Pembinaan secara khusus daripemerintah tidak ada lagi.

 

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil)◦   

 Pada awal populernya program BMT di tahun 90 an, di Kabupaten BengkuluUtara tumbuh 3 BMT, di Kecamatan Padang Jaya, Kecamtan Giri Mulya dan KecamatanKota Arga Makmur. Ketiganya tumbuh dari swadaya masyarakat. Dengan seiringwaktu, hanya ada 2 BMT yang masih berjalan. BMT Bina Insan Mulia di Giri Mulyamasih tetap bertahan dengan keswdaayaan dari anggota. Mereka tidak melakukanmigrasi ke koperasi dan tidak ingin di bina oleh Dinas Koperasi, alasannyamempertahankan konsep ekonomi syariah. Sementara itu pembinaan dari koperasiatau penambahan modalnya menerapkan bunga. Sehingga bertahan apa adanya menjadipilihan.

◦     Sedangkan BMT lainnya yaitu BMT Amanah di Kecamatan Padang Jayamelakukan migrasi ke Koperasi pada saat memperoleh bantuan modal dari DepartemenKoperasi sebesar 1 milyar. Karena penyaluran dana tersebut menerapkan sistimbunga. Sehingga namanya sekarang berubah menjadi Koperasi Amanah.

◦     Di Kecamtan Pondok Kelapa tumbuh 3 BMT yang merupakan binaan PINBUK(Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil) dengan program dari Dompet DhuafaRepublika. Kelembagaannya saat ini telah menjadi Koperasi BMT dan pembinaanmasih dilakukan oleh PINBUK Bengkulu.

◦     LKM syariah yang lain tumbuh juga, tetapi tidak dapat diidentifikasilebih jauh. Seperti kelompok pengajian yang dibina oleh BKMT (Badan KontakMajlis Taklim) dan Salimah (Persaudaraan Muslimah). Kemudian ada juga yangtumbuh dari aktivis perempuan seperti Pos Wanita Keadilan, yang menghimpun danaswadaya dari anggotanya dan dipinjamkan kembali kepada anggotanya. Lembaga inijuga melakuan pembinaan Masjlis Taklim ibu-ibu berikut kegiatan ekonominya.Sampai saat ini belum ada sentuhan dari pemerintah. Seperti LKM Al Istiqomahyang ada di Kelurahan Purwodadi dalam 2 tahun telah memiliki aset Rp.15 juta,dengan pinjaman kepada anggota sebesar Rp.2 juta.

 

UPK PNPM – Mandiri Pedesaan◦    

Kegiatan Simpan Pinjam dikhususkan untuk kelompok perempuan.

◦     Dananya bersumber dari dana BLM PNPM Mandiri Pedesaan, maksimal 25%dari todal dana BLM. Sedangkan besarnya disesuaikan dengan kebutuhan dankelayakan usahanya.

◦     Tingkat bunga 1,5% dengan jangka waktu 1 tahun.

◦     Untuk permodalan tidak memiliki kendala. Kendala yang dihadapi adalahbudaya setempat, yang sering menunggak, apalagi kalo mengganggap bahwa dana UPKuntuk kegiatan SPP merupakan dana pemerintah. Sampai dengan Maret 2010 dari 12Kecamatan terdapat 3 Kecamatan yang bermasalah yaitu Kecamatan Ketahun, Laisdan Air Besi.

◦     Kelemahan dari kegiatan SPP pada UPK adalah tidak adanya penghimpunanmodal dari masyarakat. Sampai dengan saat ini belum dimunculkan karena sasarandari program ini adalah pada orang-orang yang betul-betul termasuk RTM (rumahtangga miskin) yang belum memiliki kemampuan untuk menabung. Dengan adapinjaman dari kegiatan UPK – SPP maka di tahun yang akan datang sudah dapatmenabung.

 

KUBE (Kelompok Usaha Bersama)◦    

KUBE merupakan kelumpok binaan dari Dinas Sosial. Sasarannya pada rumahtangga Fakir Miskin.

◦     Besarnya dana yang diterima oleh kelompok tergantung dengan kegiatanyang diusulkan. Pembagian SHU proporsional sesuai dengan modal yang ada padakelompok.

◦     Studi kasus pada KUBE di Desa SidoMukti Kecamatan Padang Jaya. Terdapat4 Kelompok, usahanya, penyewaan seng tarup, alat pecah belah untuk kebutuhanpesta. Selama ini telah berjalan dan sudah ada pembagian keuntungan dari hasilpenyewaan tersebut.

◦     Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya sarana pendukung untukmenyimpan barang-barang sewaan tersebut dan sarana transportasi untukpengangkutan kepada penyewa. Sementara itu masih menumpang di balai desa,sehingga barang-barang kurang terjaga.

 

PEMP (Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir)◦    

Kegiatan PEMP untuk wilayah Bengkulu Utara banyak terdapat di kecamatanAir Napal.  Dari awal kegiatannya telahbermasalah sehingga tidak berjalan lagi.

◦     Kemungkinan ada yang berjalan tetapi tidak teridentifikasi.

 

PUAP (Program Usaha Agribisnis Pedesaan)◦    

PUAP merupakan program PNPM yang diluncurkan oleh Departemen Pertanian.

◦     Dikabupaten Bengkulu Utara sejak tahun 2008. Pengelolanya adalahGapoktan (Gabungan kelompok Tani).

◦     Pemanfaatannya ditentukan oleh musyawarah penggurus dan anggotanya, adayang gunakan untuk dana bergulir dan pengadaan pupuk subsidi. Dalam sistimpenyaluran pupuk subsidi secara tertutup yang ditetapkan Deptan, Gapoktanmerupakan lembaga yang penting untuk menyediakan pupuk agar sampai kepadapetani. Kendala yang sering dihadapi oleh petani selama ini adalah ketika pupuksampai di kios petani belum dapat lasung membeli, akhirnya dibeli oleh petanilain yang non jatah pupuk tersebut. Dengan disalurkan melalui gapoktankebutuhan petani ditalangi oleh dana PUAP selanjutnya petani dapat menebuskapan saja sesuai kebutuhannya dan ketersediaan dananya.

◦     Pinjaman merupakan tanggung renteng di kelompok tani. Besarnya pinjamandidistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan usaha pokok kelompok tersebut.

◦     Pada tahun 2009 terdapat 39 desa yang memperoleh program PUAP. Tahun2008 sebanyak 32 desa. Dana yang berputar untuk kegiatan PUAP di Bengkulu Utaramencapai Rp.7000 Juta.

◦     Kendala yang dihadapi pada kegiatan simpan pinjam adalah rendahnyakesadaran masyarakat/petani peminjam, bahwa dana tersebut agar dikembalikanuntuk digulirkan kepada petani lainnya yang membutuhkan.

◦     Dalam penyaluran dana ada beberapa desa yang terpaksakan, karenagapoktan atau kelompok tani belum tumbuh tetapi dana sudah harus direalisasikan.

 

P4K (Program Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil)◦    

Program ini merupakan program yang cukup sukses pada beberapa tahunlalu. Kelompoknya banyak yang masih eksis sampai dengan saat ini. Bahkan adayang berlajut tidak saja pada kredit program tetapi juga pada kredit komersilpada bank BRI.

◦     Dalam 3 tahun belakang ini program ini terhenti, kendalanya adalahadanya tunggakan pada 1 kecamatan yang harus ditanggung renteng dalam satukabupten se Bengkulu Utara.

 

UEDSP (Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam)◦    

Lembaga ini dibina oleh Pemerntahan Desa. Pembinaan dari pemerintahmasih berjalan.

◦     Sebagai contoh pada Desa  SidoMukti Kec. Padang Jaya, meraih peringkat terbaik ke 2 Provinsi Bengkulu padatahun 2009 lalu. Modal awal dari 5 juta saat ini sudah berkembang menjadi 15juta.

 

UPPKS (Unit Peningkatan Pendapatan Keluaraga Sejahtera)◦    

Kebanyakan tidak berjalan lagi, sedangkan untuk kegiatan dasa wismamasih berjalan.

◦     Bisa jadi ada yang berjalan tetapi tidak teridentifikasi.

 

UPKD (Unit Pengelola Keuangan Desa)

Dibentuk sejak tahun 2001 melalui program BRDP (Bengkulu RegionalDevelopment Project.

 Di kabupaten Bengkulu utara saat ini sebanyak 72 UPKD.

 Pembinaan dan Pengawasan pada Dinas Koperasi dan UKM, untuk tingkatkecamatan masih dibantu oleh Koruluh dan PPL, terutama bagi UPKD yang tetapmelibatkan PPL.

 Pembinaan oleh koperasi tidak ada alokasi dana secara khusus, jadi samadengan pembinaan koperasi dan UKM.

 Dengan kondisi ini bagi UPKD yang sehat dapat proaktif dan mandiriuntuk melakukan atau meminta pembinaan dari Dinas Koperasi. Perekrutanfasilitator hanya mampu 1 tahun di tahun 2008 lalu.

 Belum ada bantuan atau tambahan modal dari pihak lain.

 

 

 

Sumber wawncara:

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM (Jaka Santosa)

Kabid Litbang Bappeda Bengkulu Utara (Alfian)

BPD Desa Sido Mukti (Sumarno)

Ketua Kelompok Tani Arto Moro Desa Suka Makmur (Marsino)

Fasilitator Keungan PNPM MP (Zamrudin)

Bendahara UPKD Taba Tembilang (Putu Bakti)

Penyelia Mitra Tani (PMT) Kabupaten Bengkulu Utara (Suprianto dan Amsir)

LKM Istiqomah (Nuryani) 

 


Categories: Keuangan Mikro, Sosial Ekonomi

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Jejaring Sosial



Waktu Hari ini

Fase Bulan Sekarang

CURRENT MOON

Statistik