Anton Sutrisno, berbagi ide dan gagasan

http://www.antonsutrisno.webs.com

Mimbar Bebas Post New Entry

Antisipasi Pengembangan Kelapa Sawit

Posted by Anton Sutrisno on July 11, 2011 at 1:50 AM


Pengembangan kelapa sawit yang ektensif dan konversi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit dicoba untuk dibahas dengan keterkaitan dengan sustainable resources dan kerentanan ekonomi dan sosial.


DiversifikasiSumberdaya Alam


Perubahanhutan menjadi areal perkebunan telah menghilangkan keanekaragamansumberdaya alam hayati dari berbagai jenis flora dan juga fauna.Ekosistem hutan mengalami perubahan yang cukup besar menjadi tanamanmonokultur perkebunan sawit. Perubahan dalam sekala besar memberikanpengaruh yang cukup besar juga bagi keseimbangan alam. Seperti siklushidrologi dengan perubahan tersebut mengurangi daya dukung tanahdalam penyerapan air hujan ke dalam tanah. Kemudian diketahui bersamabahwa tanaman sawit merupakan tanaman yang butuh air besar, akibatnyaakan terjadi kekeringan di sekitar areal tersebut. Sebagai contohlahan gabut di Desa Urai saat ini yang telah kering total,sumur-sumur di daerah yang banyak tanaman sawitnya seperti GiriMulya, Ketahun dan Napal Putih tidak lagi jernih.

 

 

Keberlanjutanteknis.

Tanamansawit, memiliki akar serabut yang menyebar. Tanah menjadi keras, jikadiperhatikan jarang tumbuhan yang ada di bawah batang sawit.Persoalan secara teknis usahatani adalah pasca sawit tidakberproduksi lagi. Rerata diatas umur 20 tahun produksi sudah tidakekonomis, tandan yang semakin kecil dan biaya panen yang semakinbesar. Peremajaan kelapa sawit menjadi keharusan, atau dikonversi ketanaman lain. Akan tetapi kendala yang dihadapi adalah tanah bekastanaman sawit tidak mudah ditumbuhi tanaman lain. Oleh karena itudiperlukan perlakuan tertentu untuk peremajaan tanaman sawit. Padatahun ini Departemen Pertanian telah memulai uji coba peremajaansawit. Di Kecamatan Giri Mulya ada 1 kelompok yang akan melakukankegiatan tersebut. Anggarannya lebih besar dibandingkan dengan tanamawal. Perlakuan yang diberkan adalah dengan memberihan herbisidansistemik melalui infuse. Jika mulai mati maka disela tanaman sawittersebut ditanaman sawit yang baru. Antisipasi lainya adalah padasaat menanaman sawit dapat ditumpangsari dengan tanaman kayu, sepertisengon merah. Dalam 1 hektar tanaman sawit dapat ditanam 30 batangkayu sengon. Kayu sengon merah sudah dapat dipanen pada usia 7 tahun.Sehingga ketika sawit tidak produktif dan harus diremajakan ada biayaperemajaan dari kayu. Disamping itu daun kayu sengon memberikansuplai pupuk hijau dari daunnya.

 

 

Kerentanaanekonomi dan sosial


Pada tanaman monokultur, petani memiliki kelemahan terhadap perubahanharga. Akan berbeda dengan petani yang melakukan diversifikasi usahatani. Sehingga ada beberapa petani yang sudah mempertimbangkan ini,dia tidak bergantung dengan tanaman sawit akan tetapi juga menanamkaret. Sehingga ketika terjadi harga jatuh masih ada produk lain yangmenjadi alternatif penunjang ekonomi.


Kerentananyang lain pada hasil sawit adalah, bahwa sawit dapat diproduksi atauditerima dengan kondisi baik oleh pabrik apabila kurang dari 8 jamsetelah panen. Apabila lebih dari itu, maka penyusutan terlalu tinggidan nilai ALB (Asam Lemak Bebas) terlalu tinggi yang menjadikan mutuminyak sawit (CPO) menjadi rendah.


Berdasarkanpengamatan kerentanan ekonomi dan sosial yang lain adalah terjadinyaperubahan konsumsi yang mengarah kepada persaingan yang tidak sehat.Tidak ada lagi simbul kesederhadaan bagi orang desa, hal ini terlihatpada kendaraan, meskipun kredit. Petani sawit lebih mudah mendapatkankredit konsumtif dibanding petani karet, karena harapan penghasilanlebih tetap. Budaya menabung mulai ditinggalkan, harga tenaga kerjamenjadi mahal, gotong royong mulai menurun, tetapi jika dimintaswadaya iuran mudah. Asal melalui dipotong saat menimbang.


Kerentanansosial yang lain adalah ketahanan pangan di wilayah tersebut.Hilangnya lahan pertanian menjadi perkebunan memberikan pengaruhkepada ketergantungan penyediaan pangan dari daerah lain. Apabilaterjadi lonjakan atau kelangkaan bahan pangan maka masalah sosialakan terjadi, uang ada, akan tetapi bahan untuk dimakan tidak ada.Akan sangat berbeda dengan daerah yang memiliki lahan pertanian untukpenyedia pangan seperti padi, jagun, ubi jalar dan lain sebagainyadapat menjadi pangan alternatif atau selingan.

 


Categories: Pertanian, Konservasi SDA, Sosial Ekonomi

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Jejaring Sosial



Waktu Hari ini

Fase Bulan Sekarang

CURRENT MOON

Statistik