Anton Sutrisno, berbagi ide dan gagasan

http://www.antonsutrisno.webs.com

Aplikasi EM di Lahan Kering Tanaman Semusim

Tanaman semusim dalam uraian ini meliputi tanaman palawija seperti jagung, kacang tanah, kedelai tanaman sayur-sayuran, cabai tomat. Teknologi EM terhadap tanaman ini dapat dilaksanakan dalam minimum tillage malah tanpa pengolahan tnah sama sekali ( zero tillage). Yang lebih menarik lagi ialah bahwa dengan teknologi EM dapat dilaksanakan cara bercocok tanam yang disebut continuous cropping yaitu cara bercocok tanam tanpa pergiliran tanaman tanpa ke khawatiran adanya serangan hama dan penyakit tanaman.

Tentu hal tersebut baru akan berhasil baik setelah beberapa generasi. Teknologi EM yang memanfaatkan tenaga alam (power nature) melalui proses fermentasi bahan organic oleh mikroorganisme yang berguna akan dapat merubah kondisi biologis tanah dari tanah yang berpenyakit ( soil borne disease) menjadi tanah yang menekan penyakit ( disease suppreasive soil ). Tanah zymogenic dan tanah sintetik itu tanaman akan dapat berporoduksi secara normal sebab bahan organic dalam tanah akan difermentasi bukan diurai dan menghasilkan alcohol, gula, asam amino dan asam organic lainnya, senyawa ini berbeda dengan teori lama yang mengatakan bahwa akar tanaman hanya menyerap unsure anorganik dari penguraian bahan organic.

Oleh sebab itu bercocok tanam dengan teknologi EM dapat diselenggarakan dengan mudah, murah, ramah lingkungan serta hanya dengan waktu 1 – 2 minggu dapat dihasilkan bokashi siap pakai. Untuk maksud tersebut langkah yang diperlukan adalah :

Penyiapan lahan :

  • Untuk pertama kali tanah perlu dicangkul atau dibajak dan dilanjutkan dengan membuat bedengan dengan ukuran yang sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Siapkan bokashi kurang lebih 2 ton dan kompos 20 ton / ha.

  • Taburkan kompos dan bokashi diatas bedengan, campurkan tanah dengan kompos dan bokashi.

  • Tutup bedengan dengan mulsa tebal minimal 5 cm

  • Siram dengan EM aktif dengan konsentrasi 1 / mil sekurang-kurangnya 1 liter perm m2

Persiapan bibit :

  • Tanah untuk persemaian dicampur dengan bokashi arang sekam diolah sebagai mana mestinya, disiram dengan larutan EM aktif dengan kosentrasi 1 %.

  • Biji sebelum disebar direndam dengan larutan EM aktif dengan konsentrasi satu per seribu (1%) biji kecil seperti wortel dan selama 20 – 30 menit, biji mentimun 30 – 60 menit dan biji besar ( jagung kacang tanah dll ) selama 2-3 jam.

  • Selama dipembibitan ( persemaian ) bibit disemprot dengan EM aktif atau FPE setiap minggu.

  • Menjelang ditanam bibit dicelupkan kedalam larutan EM aktif dengan konsentrasi 1%.

  • Penanaman dan pemeliharaan

  • Taburkan bokashi 100 gram per m2 dilanjutkan dengan penanaman bibit.

  • Siram dengan EM aktif 1-2 permil sebanyak 1 liter/m2

  • Semprot dengan FPE 1 – 2 per mil setiap 1- 2 minggu, siram dengan EM aktif setiap 1 – 2 minggu sekali.

  • Tanaman mati dan tanaman tua dicabut diganti atau disulam dengan bibit besar, gulma dicabut langsung dipakai mulsa pertahankan kelembababan dengan cara mulsa setiap 3-4 bulan dengan cara ini tidak diperlukan pengolahan tanah dan dapat dilaksanakan pola pertanaman berkelanjutan baik dengan pola tanaman khusus maupun tanaman campuran.

 

Jejaring Sosial



Waktu Hari ini

Fase Bulan Sekarang

CURRENT MOON

Statistik